Buku

belakangdepan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Judul: Alap Beith

Harga: Rp30.000,- (*blm trmasuk ongkos kirim)

Latar Belakang

Seorang pakar linguistik yang juga guru besar dari University of Cambridge, Geoffrey Khan, mengkhawatirkan bahwa bahasa Aramaik ini akan lenyap mengingat berkurangnya penutur asli Aramaik di seluruh dunia. Seperti kita ketahui Assiria memiliki sejarah ribuan tahun di Irak. Kerajaan Assiria hancur abad ke-7 SM, namun bahasa Aramaik masih bertahan hingga kini. Murid-murid Eesho Mshikha (Yesus Kristus) seperti Thomas, Thaddeus, dan Bartholomeus tiba di Edessa, kota Assiria. Konon, Marcopolo ketika ke Cina, ia bertemu dengan pendeta Assiria di istana Cina. Jumlah total umat Kristen di Irak sebelum Perang Teluk 1991 diperkirakan sekitar satu juta jiwa. Tapi angka ini kemudian menurun. Saat ini mereka sekitar 700 ribu dari sekitar 23 juta penduduk Irak, sebagian berimigrasi ke Eropa atau Amerika.Sekarang bangsa Assiria tercerai-berai meski masih tinggal di wilayah zaman kunonya–Irak Utara, Suriah Timur, Turki Selatan, dan Iran Barat–yang persis ditempati Kurdi.  Yang jelas, bangsa Assiria inilah yang memelihara Aramaik. Malah, pada 1970, masih ada majalah dengan dwibahasa–Arab dan Aramaik–di Irak. Radio dan televisi dengan bahasa Aramaik juga sempat muncul.

Sinopsis

Buku ini mengajak kita untuk mengenal kembali alapbeith (alfabet) bahasa Aramaik modern yang digunakan saat ini dengan dialek Aramaik Timur.  Pembaca akan diajak bagaimana membaca alabeith berikut dengan vokalisasinya. Di dalam buku ini pembaca akan menemukan contoh-contoh bacaan Alkitab Peshitta (berbahasa Aram), tak kalah menariknya pembaca akan mengenal nama-nama kitab dalam Perjanjian Baru dalam dwi bahasa Indonesia-Aramaik. Setelah Anda selesai menamatkan bacaan dalam buku ini Anda akan lega setidaknya Anda sudah turut serta dalam melestarikan bahasa yang pernah digunakan oleh Eesho Mshikha (Yesus Kristus).

Alaha Natir L’oukh (God Bless you).

Advertisements

One Response

  1. mau pesen biku . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: